Menguak Prostitusi Di Kota Salatiga

Dunia Germelap Menguak Prostitusi Di Kota Salatiga  – Kota Salatiga, Jawa Tengah sebenarnya hanya kota kecil terletak di tengah- tengah anta Semarang- Solo. Kendati tak memiliki lokalisasi prostitusi. Namun bisnis esek- esek ternyata tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Vbandar Login

Menguak Prostitusi Di Kota Salatiga

Sebagaimana diketahui, dalam reportase dua hari berturut- turut. Terdapat gambaran tentang prostitusi di wisata Bandungan, Kabupaten Semarang. Tertarik dengan kondisi sosial itu, maka penelusuran ke kota Salatiga sepertinya layak digelar.

Tak jauh berbeda dengan Bandungan, di Salatiga prostitusi juga dikemas dalam bisnis hiburan karaoke. Selayaknya tempat karaoke, bisa dipastikan erat hubungannya dengan minuman keras (Miras) dan gadis muda usia yang bertugas sebagai pemandu karaoke (PK).

Lokasi karaoke di kota Salatiga sebenarnya terpusat di kompleks Sarirejo, kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo. Di sini terdapat sedikitnya 50 bisnis karaoke yang terbagi atas level ecek- ecek dan menengah.” Semuanya ada PK nya,” kata Adi (bukan nama sebenarnya) yang menjadi pelanggan setia Sarirejo.

Perputaran uang di lokasi yang wilayahnya seluas Rukun Warga (RW) ini, lumayan fantastis. Untuk tempat karaoke ecek-ecek omzetnya mencapai kisaran Rp 3 juta- Rp 5 juta / malam. Sementara karaoke level menengah bisa tembus angka Rp 10 juta – Rp 25 juta/ malam. “ Untuk sewa room, mungkin in comenya tak seberapa. Yang paling banyak menyedot isi dompet pengunjung ya Miras dan PK nya,” tutur Adi.

Peran PK di ruangan karaoke sangat dominan. Sebab, selain bertugas menemani pengunjung (biasa disebut klien), PK juga harus membujuk kliennya untuk menenggak miras secara terus menerus. Semakin banyak klien mengguyur tenggorokannya dengan alkohol, maka semakin banyak pula fee yang di dapat dari pengelola karaoke.

Menguak Prostitusi Di Kota Salatiga

Sarirejo sendiri, di tahun 1970 an dikenal sebagai lokalisasi pekerja seks komersial (PSK), perintis berdirinya lokalisasi dikenal dengan nama mbah Samad. Hingga memasuki tahun 2000, pemerintah kota Salatiga mengeluarkan beleid menutup lokalisasi.

Penutupan lokalisasi Sarirejo tak secara otomatis “membunuh” prostitusi, sebab, beberapa mucikari lang berinovasi. Caranya, bilik- bilik yang sebelumnya untuk ngamar pria hidung belang dalam menyalurkan nafsu syahwatnya, diubah menjadi room karaoke. Seperti yang terjadi di Bandungan, para PSK juga mengubah predikatnya jadi PK.

PK- PK yang asalnya mayoritas dari luar kota, seiring dengan perubahan statusnya, mereka mulai kos di luar kompleks Sarirejo. Menjelang maghrib, dengan penampilan yang nyaris sama, yakni tank top, hotpant ketat ditambah rambut disemir pirang, mereka mulai meluncur ke posnya masing- masing. Padahal, saat di musim penghujan, kota Salatiga dinginnya cukup lumayan.

Menanggapi maraknya bisnis karaoke ini, Walikota Salatiga Yulianto SE MM dalam suatu kesempatan dialog dengan tokoh masyarakat sempat menegaskan bahwa selama ia memimpin, tak akan mengeluarkan ijin pendirian karaoke. Realisasinya ? Sepekan usaistatement itukeluar, diam- diam di Jalan Diponegoro yang nota bene merupakan jalan protokolberdiri karaoke. Untuk menghindari sorotan masyarakat dikemas dengan istilah karaoke keluarga.

Saat ini, nyaris semua jalan protokol di kota Salatiga relatif gampang ditemukan tempat- tempat karaoke. Di luar lokasi Sarirejo, sedikitnya terdapat 8 tempat karaoke. “ Ada yang memang bersifat family karaoke, tapi ada yang tidak,” kata Adi.

Menguak Prostitusi Di Kota Salatiga

Kembali ke soal PK, menurut Adi, terbagi atas dua katagori. Yang pertama PK tetap, artinya PK yang mengikuti induk semangnya di satu titik lokasi karaoke, yang ke dua PK free lance.PK free lance tak menetap di satu tempat. Mereka mengikuti klien yang membookingnya.

Dengan tarifbooking yang hampir sama dengan PK Bandungan, para PK di Salatiga juga melayani order lain di luar menemani kilen bernyanyi. Ya, apa lagi kalau bukan bobok bareng. “ Untuk bobok bareng short time, tarifnya tergantung kesepakatan. Tapi kisarannya ya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu,” jelas Adi yang pernah merasakan “kebobolan” Rp 40 juta selama 1 bulan.

Tarif segitu tak termasuk biaya kamar, untuk biaya ngamar ada charge kisaran Rp 50.000,00 sampai Rp 200.000,00 tergantung hotel apa yang akan dimanfaatkan guna melampiaskan nafsu syahwat. Di Salatiga sendiri terdapat sekitar 10 hotel melati dengan tarif Rp 70.000,00/ malam. Sementara di pinggiran kota Salatiga, puluhan hotel melati bertarif Rp 50.000,00/ malam sangat gampang dijumpai.

Begitulah sedikit gambaran keberadaan PK-PK di Salatiga, kendati begitu, tak lengkap bila tak menelusuri prostitusi yang lain. Ya, siapa lagi kalau bukan prostitusi”abu- abu putih” alias PSK pelajar. “ Jumlahnya tak banyak, tapi kalau jeli dan punya jaringan bisa mendapatkan mereka dengan mudah,” imbuh Adi serius.

Menurutnya, prostitusi di kalangan pelajar bukan barang baru. Sebab, prostitusi ini sudah ada sejak tahun 1990 an. Berawal dari broken heart, sementara kepewanannya sudah terampas sang kekasih, ditambah gaya kehidupan yang konsumtif. Maka, untuk mencari uang tambahan gadis- gadis remaja ini mulai merambah kehidupan yang harusnya belum layakmereka lakukan.

Menguak Prostitusi Di Kota Salatiga

Untuk mendapatkan PSK “abu- abu putih”, terlebih dulu harus menembus calonya terlebih dulu. Calo bisa datang dari beragam profesi, bisa penjaga hotel, bisa pelajar sendiri bisa juga melalui jaringan operator karaoke. Setelah ada deal, biasanya mereka enggan ngamar di Salatiga, mereka lebih suka memilih ngamar di sekitar wisata Kopeng yang berjarak 20 menit dari Salatiga.

“ Setelah pernah kencan sekali saja, selanjutnya kita bisa minta nomor hand phone mereka. Pada saat butuh, tinggal call dan dilanjutkan ke titik penjemputan.”

Kalau ada prostitusi “abu- abu putih” tentunya ada yang mahasiswi dong ? Jawabnya betul sekali. Tapi jangan coba- coba merasakannya tanpa dukungan isi dompet yang memadai. Sebab, selain tarif minimalnya Rp 500.000,00 hingga Rp 1 juta untuk short time, jaringannya juga sangat rapat. Dan yang pasti, mereka akan menolak bila diajak ngamar di hotel melati.

Hal yang paling memungkinkan untuk menembus jaringan prostitusi di kalangan mahasiswi, yakni dengan meminta bantuan room boy. Biasanya, room boy akan berkelit lebih dulu. Ini suatu bentuk kewajaran, sebab dalam menjajaki niat calon klien tak bisa sembarangan.Bila perjuangan guna mayakinkan room boy sudah berhasil, maka akan terjadi negoisasi tarif. Urusan negoisasi tuntas, jangan khawatir “pesanan” dalam waktu 30 menit akan “diantar” di depan pintu kamar. Selanjutnya, terserah anda.

Related Post

  • 8 Tempat Nongkrong Di Jakarta Timur Yang Enjoy 150x150

    8 Tempat Nongkrong Di Jakarta Timur Yang Enjoy

    Dunia Germelap 8 Tempat Nongkrong Di Jakarta Timur Yang Enjoy - Kehidupan ibu kota yang padat mendorong kebutuhan akan tempat yang nyaman untuk nongkrong dan melepas penat. Bagi yang sedang berada di
  • 7 Kafe Instagramable Di Kota Purwokerto 150x150

    7 Kafe Instagramable Di Kota Purwokerto

    Dunia Germelap 7 Kafe Instagramable Di Kota Purwokerto - Kota Purwokerto merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah yang memiliki perkembangan pesat. Dari berbagai sektor yang pastinya berdampak
  • 10 Tempat Nongkrong Di Jakarta Barat Yang Hits 150x150

    10 Tempat Nongkrong Di Jakarta Barat Yang Hits

    Dunia Germelap 10 Tempat Nongkrong Di Jakarta Barat Yang Hits - Padatnya Jakarta Barat memang kadang bikin pusing. Tapi tenang, kamu gak bakal kehabisan tempat yang oke buat santai kok. Vbandar
  • Menguak Prostitusi Para ABG Di Apartemen 150x150

    Menguak Prostitusi Para ABG Di Apartemen

    Dunia Germelap Menguak Prostitusi Para ABG Di Apartemen - Praktik prostitusi di Kota Bekasi yang menjadikan apartemen sebagai lokasi eksekusi semakin marak. Para perempuan penjaja seks tidak lagi
  • 7 Tempat Nongkrong Enak Di Bangka Belitung 150x150

    7 Tempat Nongkrong Enak Di Bangka Belitung

    Dunia Germelap 7 Tempat Nongkrong Enak Di Bangka Belitung - Kepulauan Bangka Belitung terkenal dengan wisata pantainya yang memukau. Laut biru yang bersih memang membuat banyak wisatawan baik lokal