Industri Prostitusi Di Bandungan Tak Pernah Mati

Dunia Germelap Industri Prostitusi Di Bandungan Tak Pernah Mati  – Prostitusi di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang dimulai tahun 1960 an, sepertinya tak mengenal kosa kata berhenti. Denyut kehidupan PSK di sini hanya terhenti di bulan Ramadhan, selebihnya selama 11 bulan berjalan tanpa rintangan apa pun.  Vbandar Login

Industri Prostitusi Di Bandungan Tak Pernah Mati

Di tahun 80 an, PSK di Bandungan dikenal dengan sebutan wabin (warga binaan), istilah pelacur yang diperhalus. Apa pun istilahnya, rutinitas kinerja mereka tetap sama. Menebar senyum, masuk kamar hotel dan terlentang. Selesai, terima uang, kembali menjerat mangsanya.” Dulu wabin di sini tertib mas,” tutur seorang penjaga hotel yang belakangan mengenalkan diri dengan nama Roni.

Yang dimaksud tertib, para PSK tersebut berada di bawah koordinasi ketua kelompoknya masing- masing. Segala aktifitas mereka selalu dimonitoring ketua kelompoknya. Khawatir terjadi hal- hal yang negatif. “ Seorang ketua kelompok, selalu tahu persis pergerakan wabin asuhannya,” jelasnya.

Dengan tarif nyaris seragam, Rp 50 ribu untuk short time (tahun 80-90 an), wabin yang ada tak ada yang berani mencoba- coba mendongkrak tarif kencannya. Semua serba terkontrol. Kendati begitu, bila ada customer yang menambahi tip, mereka enggan menolaknya.

Agar tip terus mengalir, untuk mensiasatinya, seorang wabin akan berupaya keras meningkatkan pelayanannya. Saat itu, istilah “primadona” sudah dikenal. Bedanya, “primadona” kala itu tarifnya tetap Rp 50 an ribu, sedang “primadona” sekarang memiliki tarif yang berbeda.

“ Selain itu, yang namanya ‘primadona’ jaman dulu, sehari semalam bisa ‘dipake’ sekitar 10 customer, mereka bisa dapat duit banyak tapi berkat kerja keras. Sedang ‘primadona’ sekarang, cukup sekali kencan sudah mengantungi duit lumayan,” kata Roni.

Hingga menginjak tahun 2000 an, tepatnya usai krisis moneter tahun 1998. Saat berbagai industri bangkrut akibat naik tajamnya nilai dolar AS, hal itu tak terjadi di Bandungan. Ketika perekonomian nasional terpuruk, industri prostitusi di kawasan wisata ini tak ada matinya.

Industri Prostitusi Di Bandungan Tak Pernah Mati

Beberapa pengusaha hotel yang jeli melihat peluang, belakangan banting stir.Mereka ramai- ramai mengubah hotelnya menjadi tempat karaoke, demikian pula dengan para pemilik modal. Minat membangun hotel atau villa segera diurungkan, diganti bisnis karaoke dan kafe.

Seiring dengan menjamurnya tempatkaraoke dan kafe di Bandungan (informasi terakhir terdapat 50 an lokasi), para PSK ikut- ikutan banting stir. Mereka mengubah predikat PSK menjadi pemandu karaoke, biasa disebut PK. Kendati suaranya jauh dari merdu, mereka tak merasa risau. Wong unjung- ujungnya yang banyak bekerja juga tubuhnya.

Seperti janjiku kepada Roni pada malam sebelumnya (baca :700 PSK DI BANDUNGAN SIAP MELAYANI ), maka Senin (15/12) aku kembali mendatangi Bandungan. Kali ini aku mengajak pak Ndut (bukan nama sebenarnya), pengawas proyek yang usianya 61 tahun. Pria ini meninggalkan anak istrinya di Surabaya, ia merantau dan pulang tiap tanggal muda.Meski usia 61 tahun, tapi untuk urusan syahwat, ia mengaku kayak remaja berusia 16 tahun.

Pak Ndut ngebet ngajak ke Bandungan karena mendengar provokasiku saat istirahat siang. Ia pingin membuktikan bahwa critaku bukan bualan semata. Hingga melatiomacam, prinsipnya kejadian kemarin malam jangan sampai terulang. “ Ga usah khawatir mas, kita sudah siap dengan ‘amunisi’ buat perang,” kata pak Ndut seraya menepuk kantong celananya.

Oleh Roni, kami dibawa ke tempat karaoke level menengah. Sebelumnya Roni menjelaskan, untuk memasuki room standar perjam kena charge Rp 30 ribu, untuk PK sebagai pendamping perjam Rp 50 ribu dan ia berpesan tidak usah memesan minuman, karena harganya pasti menguras kantong.

Pak Ndut menunjuk dua orang PK yang mengenakan tank top merah tua dan yang satunya berwarna hitam pekat. Mulailah kami memasuki room berukuran 4 X 4, suara pak Ndut yang jauh dari merdu, berduet dengan PK yang bersuara fals. Lengkap sudah ketololan malam ini.

Industri Prostitusi Di Bandungan Tak Pernah Mati

Hanya 10 menit pak Ndut berduet, selanjutnya ia pamit menggandeng PK yang mengenakan tank top hitam. Keduanya menuju hotel melati yang banyak bertebaran di Bandungan. Hanya dengan tarif Rp 50 ribu rupiah, mereka sepakat ngamar. Sementara diriku ditinggal bersama PK yang amit- amit, bersuara cempreng, ganjennya minta ampun dan yang bikin sebel, sikapnya over acting. Apes tenan, mungkin dipikirnya aku layak dijadikan pelanggan.

Satu setengah jam kemudian, pak Ndut kembali ke room, sementara si PK bergelayut dilengannya. Senyum buaya tua ini sumringah, terlebih lagi saat si PK berulangkali memanggilnya dengan sebutan papi, wow kakek 5 cucu ini semakin besar kepala. “ Dahsyat om…,” bisiknya saat berada disampingku.

Usai membayar semua pengeluaran di tempat karaoke, kami meninggalkan Bandungan. Pak ndut tak lupa member tip Roni Rp 50 ribu, pikirku royal bener orang ini. Padahal, kesehariannya sangat irit cenderung pelit. Sepanjang perjalanan pulang yang memakan waktu sekitar 30 menit, tak henti- hentinya pak Ndut berceloteh tentang apa yang dilakukannya barusan.

Dari mulut pak Ndut, terungkap bahwa untuk melampiaskan nafsu syahwatnya dengan PK yang mengaku bernama Yanti, ia merogoh duit Rp 300 ribu, kamar hotel Rp 50 ribu. Ya pantes dipatok Rp 300 ribu (short time), wong customernya aja bangkotan. Terus fee dua PK : Rp 200 ribu dan room Rp 60 ribu. Jadi malam ini, ia total merogoh kantongnya sejumlah Rp 610ribu ditambah tip buat Roni Rp 50 ribu. Edan…uang segitu hanya dipakai beli kenikmatan sesaat. Sudah begitu, ketika sampai rumah, ia masih sempat berpesan. “ Bulan depan ke sana lagi ya om,” ucapnya sambil terkekeh.

Related Post

  • 10 Tempat Nongkrong Di Denpasar Yang Hits 150x150

    10 Tempat Nongkrong Di Denpasar Yang Hits

    Dunia Germelap 10 Tempat Nongkrong Di Denpasar Yang Hits - Denpasar yang menjadi Ibu Kota Bali memang terkenal akan budaya dan wisata alamnya. Jika sedang tak ingin berjelajah, kamu pun bisa
  • 8 Tempat Nongkrong Di Jakarta Timur Yang Enjoy 150x150

    8 Tempat Nongkrong Di Jakarta Timur Yang Enjoy

    Dunia Germelap 8 Tempat Nongkrong Di Jakarta Timur Yang Enjoy - Kehidupan ibu kota yang padat mendorong kebutuhan akan tempat yang nyaman untuk nongkrong dan melepas penat. Bagi yang sedang berada di
  • 7 Kafe Instagramable Di Kota Purwokerto 150x150

    7 Kafe Instagramable Di Kota Purwokerto

    Dunia Germelap 7 Kafe Instagramable Di Kota Purwokerto - Kota Purwokerto merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah yang memiliki perkembangan pesat. Dari berbagai sektor yang pastinya berdampak
  • 10 Tempat Nongkrong Di Jakarta Barat Yang Hits 150x150

    10 Tempat Nongkrong Di Jakarta Barat Yang Hits

    Dunia Germelap 10 Tempat Nongkrong Di Jakarta Barat Yang Hits - Padatnya Jakarta Barat memang kadang bikin pusing. Tapi tenang, kamu gak bakal kehabisan tempat yang oke buat santai kok. Vbandar
  • Menguak Prostitusi Para ABG Di Apartemen 150x150

    Menguak Prostitusi Para ABG Di Apartemen

    Dunia Germelap Menguak Prostitusi Para ABG Di Apartemen - Praktik prostitusi di Kota Bekasi yang menjadikan apartemen sebagai lokasi eksekusi semakin marak. Para perempuan penjaja seks tidak lagi